JMN Channel


Salah Sasaran, Kaca Pos Satpam Unisba Pecah Terkena Tembakan Gas Air Mata

Massa aksi yang didominasi mahasiswa bergeser ke area Taman Sari dan masuk ke kampus Unisba untuk mencuci muka akibat pedih karena terkena gas air mata.

Kaca Pos Penjagaan Satpam Unisba pecah terkena tembakan gas air mata aparat kepolisian, Rabu (7/10/2020). (Foto: Rian/JabarNews)

JABARNEWS | BANDUNG - Aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja berjalan sangat panjang, pada awalnya massa melakukan aksi di DPRD Jabar dan berakhir ricuh, Rabu (7/10/2020).

Kemudian para massa aksi yang didominasi mahasiswa bergeser ke area Taman Sari dan masuk ke kampus Unisba untuk mencuci muka akibat pedih karena terkena gas air mata.

Baca Juga:

Unisba Tetapkan Perkuliahan Online dan Offline, Ini Aturannya

Unisba Lantik 1.397 Wisudawan, Pesan Rektor: Jangan Takut Gagal



Massa aksi yang berada di halaman parkir Unisba kembali ditembaki gas air mata oleh aparat kepolisian hingga menyebabkan kaca pos penjagaan satpam pecah.

Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 21.10 WIB massa aksi sudah mulai meninggalkan kampus dan sudah mau membubarkan diri dari area Taman Sari. Tetapi, pihak kepolisian datang kembali dan melepas tembakan gas air mata secara serabutan. Para massa aksi akhirnya masuk kembali ke kampus.

Menanggapi insiden tersebut, Wakil Rektor III Asep Ramdan Hidayat mengimbau pihak kepolisian untuk menahan diri dan tidak melakukan tembakan gas air mata kepada massa aksi.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Unjuk Rasa Undang-Undang Cipta Kerja Kampus Unisba Universitas Islam Bandung Wakil Rektor III Unisba Asep Ramdan Hidayat Demo Mahasiswa Demo Buruh Gas Air Mata Salah Sasaran Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi