aqua

Apindo Sebut Omnibus Law Karpet Merah UMKM, Ini Alasannya

Dengan adanya UU Cipta Kerja, maka segala perizinan dan regulasi yang mempersulit UMKM dipangkas

Dewan Penasehat Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Franky Sibarani (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja dinilai menjadi trobosan untuk menjawab tantangan perekonomian global. Sebab, dalam aturan hukum itu ada 77 undang-undang yang direview untuk mengatasi kebutuhan ekonomi.

Dewan Penasehat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengatakan, selama tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5 persen. Sementara target pemerintah adalah 7 persen.

Baca Juga:

Waduh! 43 Nakes di Kota Bandung Terpapar Positif Covid-19

Libur Panjang, KAI Sebut Terjadi Peningkatan Pemesanan Tiket Kereta Api



"Undang-Undang ini terobosan perbaikan di sektor ekonomi. Sebenarnya kita sudah terlalu lama dikekang regulasi, ada sekitar 43 ribu peraturan. Sementara Undang-Undang Cipta Kerja ini mempertemukan itu semua. UU ini bicara investasi perizinan, pengadaan lahan, proyek strategis nasional, koperasi dan UMKM," kata Franky, Sabtu (17/10/2020).

Dia menilai UU Cipta Kerja mendorong UMKM dan koperasi menjadi garda terdepan ekonomi Indonesia. Franky menjelaskan, ada sekitar 64,2 juta UMKM di Indonesia. Dengan adanya UU Cipta Kerja, maka segala perizinan dan regulasi yang mempersulit UMKM dipangkas.

"UMKM yang selama ini terkendala perizinan dan bagaimana mereka tanpa pendampingan masih dilihat sebagai kelompok yang rentan, kali ini dalam UU Cipta Kerja ini diberikan satu tonggak kebangkitan UMKM di Indonesia," tegasnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Apindo Pengusaha Omnibus Law Cipta Kerja UMKM Buruh Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Jabar Terkini Jawa Barat Berita Hyperlokal

berita terkait

Simak! Berikut Ini Tips Jitu Tangkal Covid-19 saat Musim Hujan

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi