aqua

PTUN Bandung Tolak Gugatan Masyarakat Sunda Wiwitan soal Tanah Adat

Warga Sunda Wiwitan menggugat penerbitan sertifikat tanah atas nama R Djaka Rumantaka ke PTUN.

Ilustrasi: Penganut Sunda Wiwitan di Suku Baduy. (REUTERS/Beawiharta)

JABARNEWS | BANDUNG - Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung menolak gugatan Komunitas Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan Cigugur terkait sengketa lahan adat Leuwung Letik, Kuningan, Jawa Barat. PTUN menyatakan tanah tersebut bukan tanah ulayat.

“Putusannya seperti itu,” kata pengacara komunitas adat, Shinta Sintia Dewi, Jumat (23/10/2020) dilansir dari laman Tempo.co.

Baca Juga:

Mahkamah Agung Tolak Permohonan Kasasi Sekda Garut

Bahar bin Smith Belum Bisa Jalani Asimilasi, Ini Sebabnya



Shinta menilai putusan PTUN Bandung kontradiktif. Sebab, dalam putusannya, PTUN menyatakan bahwa sengketa lahan tersebut dinilai bukan kewenangannya. Akan tetapi, pengadilan kemudian justru memutuskan bahwa tanah itu bukan termasuk tanah adat.

“Seharusnya kalau bukan kewenangan sudah diputus sebelum pemeriksaan saksi,” kata dia.

Sebelumnya, warga Sunda Wiwitan menggugat penerbitan sertifikat tanah atas nama R Djaka Rumantaka ke PTUN. Sertifikat yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kuningan itu merujuk pada tanah seluas 6.827 meter persegi di kawasan Cigugur, Kuningan, yang biasa disebut Leuwung Letik.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : PTUN Bandung Sunda Wiwitan Tanah Adat Warga Sunda Wiwitan Leuwung Letik Komunitas Adat Shinta Sintia Dewi Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Bupati Garut Digugat Warganya Ke PTUN Gara-gara ini

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi