aqua

Setelah Proses Panjang, Ini Jumlah UMK KBB Yang Disepakati Buruh

Hasil tersebut berdasark kepada rapat pleno Dewan Pengupahan KBB

Buruh berunjuk rasa di Kompleks Pemerintahan KBB, Ngamprah, Senin (2/11/2020). (Foto: Yoy/Jabarnews)

Sebelumnya, pengusaha yang diwakili Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menolak tuntutan buruh yang meminta kenaikan UMK sebesar 8,51 persen.

Apindo keberatan dengan alasan ekonomi sedang minus akibat pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan selesai. Selain itu, Apindo mengacu kepada SE Menteri Ketenakerjaan (Menaker) Nomor M/11/HK.04/2020 terkait Upah Minimum tahun 2021 dan Keputusan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, yang menyatakan UMP Jabar 2021 tidak naik.

Baca Juga:

Kemendikbud Segera Buka Seleksi Guru PPPK, Ini Syarat dan Ketentuannya

Sri Mulyani Dukung Rekrutmen PPPK Guru dan Non-Guru, Anggaran Siap



"Kalau bicara puas atau tidak, pastinya tidak, karena awalnya buruh minta kenaikan 8,51 persen. Namun karena kondisi sedang Covid-19, buruh akhirnya bisa menerima walau kenaikannya tidak sesuai tuntutan," ujar Deni.

Pertimbangan lain, tutur Deni, karena kenaikan upah semua daerah tetangga, khususnya di Bandung Raya juga di kisaran 3-4 persen. Untuk itu buruh akan tetap mengawal rekomendasi kenaikan UMK di tingkat provinsi karena nanti yang memutuskan adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Kabupaten kan hanya merekomendasikan, keputusannya di Gubernur. Semoga kenaikan disetujui dan berharap Covid-19 segera selesai agar industri kembali bergairah," tutur Deni. (Red)
Halaman sebelumnya  1 2
Tags : Buruh KBB Dewan Pengupahan Apindo KBB Pemkab KBB UMK Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Jabar Terkini Berita Hyperlokal Jabar Jawa Barat

berita terkait

Ini Kabar Gembira untuk Pendamping Desa dari Gus Menteri

SKB Tiga Menteri Direvisi, Libur Akhir Tahun Dikurangi

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi