aqua

Meski Tak Sesuai Harapan, Buruh KBB Syukuri Usulan UMK 2021

Dalam rapat Dewan Pengupahan, buruh mengusulkan kenaikan 8,51 persen untuk UMK tahun depan, dari UMK KBB saat ini sebesar Rp Rp3.143.427,29.

Unjuk rasa buruh Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Yoy/Jabarnews)

JABARNEWS | BANDUNG BARAT - Dari hasil kesepakatan rapat pleno Dewan Pengupahan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di KBB pada 2021 akan naik sebesar 3,27 persen.

Meskipun tidak sesuai dengan tuntutannya, buruh di KBB mensyukuri hasil tersebut. Dalam rapat Dewan Pengupahan, buruh mengusulkan kenaikan 8,51 persen untuk UMK tahun depan, dari UMK KBB saat ini sebesar Rp Rp3.143.427,29.

Baca Juga:

Kemendikbud Segera Buka Seleksi Guru PPPK, Ini Syarat dan Ketentuannya

Sri Mulyani Dukung Rekrutmen PPPK Guru dan Non-Guru, Anggaran Siap



"Kesepakatannya itu, dari hasil pleno Dewan Pengupahan, jadinya naik 3,27 persen atau sekitar Rp 102.855,49 dari tahun ini," kata anggota Dewan Pengupahan KBB dari unsur serikat pekerja, Deni Ahmad Gumbira, Sabtu (21/11/2020).

Dengan kenaikan tersebut, UMK KBB tahun 2021 menjadi Rp 3.248.283,28, dari semula Rp 3.143.427,29. Kenaikan itu, menurut Deni, harus melalui pembahasan yang alot, karena awalnya buruh tetap ingin naik 8,51 persen.

Adapun di sisi pihak pengusaha yang diwakili Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) KBB berkukuh menolak usulan kenaikan 8,51 persen tersebut. Alasannya, kondisi ekonomi sedang terpuruk akibat dari pandemi Covid-19.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : UMK 2021 UMK KBB Dewan Pengupahan Apindo Deni Ahmad Gumilar Kabupaten Bandung Barat Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Ini Kabar Gembira untuk Pendamping Desa dari Gus Menteri

SKB Tiga Menteri Direvisi, Libur Akhir Tahun Dikurangi

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi