Soal UMK di Beberapa Daerah Jabar Tidak Dinaikkan, Begini Kata Pakar Ekonomi

Jika buruh bersabar dengan tidak naiknya UMK, lapangan kerja akan kembali terbuka.

Pengamat dan pakar ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Pengamat dan pakar ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi angkat bicara soal tidak dinaikkannya Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dibeberapa daerah di Jawa Barat. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan opsi terbaik disaat kondisi recovering.

Dia mengatakan, hal tersebut sebagai upaya untuk memudahkan pengusaha dalam memulai kembali usahanya khususnya bagi industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia.

Baca Juga:

Liga Belum Jelas, Pemain Persib Terobati Piala Menpora 2021

Ridwan Kamil Sebut Kampung Tangguh Jaya Tekan Laju Penularan Covid-19 di Bodebek



"Kita ketahui juga, pandemi sudah 9 bulan mengganggu di sini. Dampaknya ya berat juga untuk pengusaha, banyak usaha usaha industri padat karya yang gulung tikar akibat ini," kata Acuviarta saat dihubungi, Kamis (26/11/2020).

Dia menyebut, kaum buruh harus bersabar terhadap UMK yang tidak dinaikkan. Karena, lanjut dia, pada tahun depan akan diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan yang sempat tertutup pandemi Covid-19.

"Kesabaran buruh ini pasti berbuah manis kok, pas pandemi banyak buruh yang dirumahkan. Jika buruh bersabar dengan tidak naiknya UMK, lapangan kerja akan kembali terbuka," ucapnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : UMK Upah Minimum Kabupaten Pengamat Ekonomi Unpas Pemprov Jabar Upah Buruh Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

Live Stream Bandung 132 TV

berita terkait

Bawaslu Jabar Klaim Pilkada 2020 Berjalan Sesuai Harapan

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi