Salahi Tata Ruang, Galian C dan Kafe di KBU Ditertibkan

Pemberian sanksi menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Pemasangan plang ancaman di lokasi pertambangan di Cimeta, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Yoy/Jabarnews)

JABARNEWS | BANDUNG BARAT – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Pemkab Bandung Barat melakukan penertiban di lokasi kegiatan pertambangan yang menyalahi tata ruang di Cimeta, Cisarua. 

Lokasi kegiatan pertambangan galian C yang ditertibkan itu berada kawasan hutan lindung. Penertiban tersebut berdasarkan hasil audit tata ruang tahun 2018.

Baca Juga:

Tegas! Oded Tak Segan Tindak Pelanggar Pembangunan di Kota Bandung

Copot Kadinkes Tanpa Siapkan Pengganti, Kebijakan Aa Umbara di Luar Nalar



Selain memasang plang ancaman di lokasi pertambangan tersebut, pemasangan plang peringatan juga dilakukan di Kafe Ilusi. Keberadaan kafe yang berada di daerah Punclut, Lembang, itu tidak sesuai dengan rencana tata ruang karena berada di lokasi resapan air.

Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR/BPN Andi Renald mengatakan, sebelumnya peringatan tertulis telah dilayangkan kepada pihak penambang pasir Cimeta dan pemilik Kafe Ilusi. Peringatan tertulis itu lalu ditindaklanjuti dengan penertiban.

"Jika peringatan tersebut tidak dindahkan atau diabaikan oleh pihak yang melanggar, maka akan dilanjutkan dengan sanksi berikutnya, sampai kepada pembongkaran bangunan," kata Andi Renald, Selasa (15/12/2020).
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Kementerian ATR/BPN Pemkab Bandung Barat Tata Ruang Kawasan Hutan Lindung Kawasan Bandung Utara Pertambangan Galian C Andi Renald Asep Sodikin KBU Cimeta Cisarua Kabupaten Bandung Barat Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

Live Stream Bandung 132 TV

berita terkait

KBB Siapkan Pemakaman Khusus Covid-19 di Cipatat dan Batujajar

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi