Live Stream Bandung 132 TV


Ironis! Patimban Dibuka, Kertajati Ditutup, DPRD Jabar: Karena Utang?

Apa karena tanpa utang, Kertajati ditendang, sedangkan Patimban dibiayai utang?

Anggota DPRD Jabar, Daddy Rohanady. (Foto: Tagar)

JABARNEWS | BANDUNG - DPRD Provinsi Jawa Barat menilai ada paradoks yang begitu nyata terkait perhubungan dioperasionalkannya Pelabuhan Patimban Tahap I dan tetapi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) justru tutup.

Anggota DPRD Jabar, Daddy Rohanady mengatakan, Patimban merupakan pelabuhan yang terletak di pantai utara Kabupaten Subang. Pemerintah Jabar menjadikan Patimban sebagai salah satu proyek prioritas.

Baca Juga:

Pemkot Tasikmalaya Berencana Uji Coba Sekolah Tatap Muka pada 26 April

Pemkab Cirebon Targetkan Bebas Perilaku ODF di Tahun 2024



“Pelabuhan yang dinaungi Kementerian Perhubungan ini dikategorikan sebagai pelabuhan utama. Artinya, dari pelabuhan ini dapat dilakukan ekspor,” kata Daddy kepada jabarnews.com, Selasa (12/1/2021).

Menurutnya, pengoperasian Patimban pasti akan mendongkrak dana bagi hasil pajak, baik untuk Subang maupun Jabar. Hal itu dikarenakan pajak ekspor akan diberikan kepada kabupaten dan provinsi tempat barang naik kapal untuk diekspor.

Luas Pelabuhan Patimban direncanakan 356,23 hektar. Pembangunannya secara keseluruhan akan menelan biaya sebesar Rp43,22 triliun. Sumbernya adalah utang dari Jepang plus APBN dan BUMN. Semula pembangunannya dibagi menjadi tiga tahap. Tahap I 2017-2019, Tahap II 2019-2026, dan Tahap II 2026-2036. Adapun kapasitasnya 7,5 juta teus dan 600.000 CBU (2036).
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Pelabuhan Patimban Bandara Kertajati BIJB DPRD Jabar Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Soal Dana PEN, DPRD Ingatkan Pemprov Jabar Hati-hati

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi