Akibat Pergaulan Bebas, Angka Pernikahan Dini di Indramayu Meningkat Drastis

Dari faktor pergaulan sehingga nekat melakukan tindakan amoral yang berakibat pada anak usia dibawah umur mengalami hamil di luar nikah.

Sejumlah warga Indramayu, saat giliran sidang di Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu. (Foto: Abdul Rohman/Jabarnews)

JABARNEWS | INDRAMAYU - Selama tahun 2020 angka pernikahan Dini di Kabupaten Indramayu meningkat cukup drastis, dibandingkan dengan tahun 2019.

Berdasarkan data yang di himpun, tercatat jumlah perkara nikah dini yang diterima pengadilan Agama Kabupaten Indramayu pada tahun 2019 sebanyak 302 perkara. Sedangkan di tahun 2020 mencapai 761 perkara, dan yang diputuskan sejumlah 753 perkara.

Baca Juga:

Puluhan Ribu Orang di Kota Bandung Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Resmi, Joko Widodo Cabut Perpres Terkait Investasi Miras



Humas Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu Engkung Kurniati mengatakan melonjaknya angka pernikahan dini tersebut disebabkan adanya perubahan UU No 1 Tahun 1974, pada tahun 2019. Dalam UU itu disebutkan batas usia laki-laki minimal 19 tahun, sementara untuk batas usia perempuan, dari yang semula 16 tahun menjadi 19 tahun.

"Masyarakat Indramayu belum mengikuti perubahan undang-undang, terlihat dari rata-rata mereka menikah di usia 17 tahun," kata Engkung, Senin (18/01/2021).

Dia menjelaskan bahwa tidak sedikit masyarakat Indramayu juga yang mengajukan pernikahan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Pernikahan Usia Dini Salah Pergaulan Pergaulan Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

Live Stream Bandung 132 TV

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi