Live Stream Bandung 132 TV


LMHARI Duga BMKG Curangi Peserta Lelang Dengan Perubahan Sepihak

Proses lelang masih berlanjut dengan BMKG hanya meloloskan satu peserta lelang dari total 27 peserta.

Pengamat Lembaga Monitoring Hukum Anggaran Republik Indonesia (LMHARI), Ridwa. (Foto: LMHARI).

JABARNEWS | JAKARTA - Proses Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) tentang Pembangunan Peralatan Cuaca Deteksi Windshear Terintegrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang digelar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diduga bermasalah. 

Pembangunan peralatan cuaca deteksi windshear terintegrasi ini sejatinya merupakan upaya yang baik dari pemerintah Indonesia untuk peningkatan keselamatan penerbangan, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta. 

Baca Juga:

Resmikan Alun-alun Majalengka, Ridwan Kamil Berpesan Hal Ini

Waduh! Harga Daging Ayam Kalah Saing dengan Luar Negri, Akankah Impor?



Belum genap satu bulan sejak kejadian kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 pada tanggal 12 Januari 2021 yang menewaskan seluruh penumpang dan awak kabin, kali ini publik dibuat heran dengan adanya dugaan KKN dalam proses pengadaan peralatan yang diharapkan mampu mengurangi resiko kecelakaan pesawat.

Hal itu terlihat saat kali pertamanya BMKG melakukan proses Aanwijzing lelang pada tanggal 8 Januari 2021, yang diikuti oleh 5 peserta.

Selama 60 menit kegiatan tersebut berlangsung, terdapat 35 pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta, diantaranya salah satu peserta meminta adanya perubahaan spesifikasi yang disyaratkan BMKG, dengan alasan efektifitas dan kemampuan teknis lainya pada pembangunan peralatan cuaca dektesi windshear terintegrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : LMHARI Dugaan Korupsi BMKG LPSE Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi