Live Stream Bandung 132 TV


PB IDI: Jika Covid-19 Tidak Turun, Jalan Terakhir PSBB Superketat

Ini kan penyakit kerumunan, penyakit mobilitas. Kalau itu dihentikan, otomatis jumlah penyebaran Covid-19 turun.

Ilustrasi Covid-19 (Foto: Okezone)

JABARNEWS | JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) masih terus melihat perkembangan dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap kedua yang dilakukan pada 26 Januari sampai 8 Februari mendatang.

Wakil Ketua PB IDI, Slamet Budiarto mengatakan jika PPKM tahap kedua tidak bisa menurunkan jumlah kasus positif dan kematian akibat Covid-19 maka pemerintah harus melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan ketat.

Baca Juga:

Pemkot Cimahi Jalankan PPKM Mikro yang Ke-6, Ini Penjelasan Ngatiyana

Sempat Terlambat, Honor PHL Pemikul Jenazah Segera Dibayarkan



"Jalan terakhir ya PSBB superketat. Mobilisasi masyarakat distop. Gak ada jalan lagi, apa lagi jalannya? Vaksin untuk masyarakat belum tersedia," ucap Wakil Ketua PB IDI di laman kompas.com pada Senin (1/2/2021).

Slamet mengatakan bawasannya ketentuan untuk swab PCR pun tidak ada jaminan bahwa orang tersebut tidak tertular Covid-19 saat ia dalam perjalanan.

Meskipun pada swab PCR hasil negatif, orang tersebut masih bisa tertular Covid-19 di kemudian hari.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : PPKM PSBB PB IDI Ingat Pesan Ibu Pandemi Covid-19 Satgas Covid-19 Protokol Kesehatan 3M Pakai Masker Jaga Jarak Mencuci Tangan

berita terkait

Bolehkah Mudik Sebelum 6 Mei? Ini Penjelasannya

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi