Live Stream Bandung 132 TV


Pengamat: Kemerdekaan Pers Tak Bisa Dipisahkan dari Kebebasan Berpendapat

Ancaman terhadap kemerdekaan pers itu sendiri dapat berasal dari internal dan eksternal media

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | JAKARTA - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan kemerdekaan pers di Indonesia harus tetap dijaga dan terus diperjuangkan. Sebab kemerdekaan pers merupakan bagian tak terpisahkan dari kemerdekaan berpendapat dan berekspresi.

"Kalau kemerdekaan pers terancam, maka kemerdekaan berpendapat dan berekspresi dengan sendirinya tidak dapat diwujudkan dengan optimal. Hal ini membawa konsekuensi pada merosotnya demokrasi di Indonesia," ujar Jamiluddin, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga:

Menjajal Keindahan Curug Batu Mahpar Sebagai Tempat Wisata Sumedang

Adu Gengsi, Persib Susul Persija Di Final Piala Menpora 2021



Karena itu, persoalan kemerdekaan pers harus terus diingatkan kepada insan pers, termasuk saat awak media memperingati Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari di Ancol, Jakarta.

"Ancaman terhadap kemerdekaan pers itu sendiri dapat berasal dari internal dan eksternal media," dilansir dari Telusur.id.

Dari internal, faktor kesejahteraan akan mempengaruhi wartawan dalam melaksanakan kebebasan pers. Persoalan kesejahteraan tampak menonjol selama Covid-19. Banyak perusahaan pers menunda dan memotong gaji wartawan, termasuk melakukan pemutusan hubungan kerja.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Hari Pers Pengamat Politik Kemerdekaan Pers Pers Indonesia Hari Pers Nasional Jabrnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Narkoba dari Malaysia

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi