Live Stream Bandung 132 TV


Tujuh Yayasan Pendidikan di Tasikmalaya Minta Bantuan NU, Lapor Dugaan Korupsi Bansos

Ada dugaan para pemilik yayasan mendapat potongan 50 persen dari jumlah pagu pencairan dan bansos yang diterima.

Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Asep Abdul Ropik. (Foto: Net)

JABARNEWS | TASIKMALAYA - Sebanyak 7 lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, meminta bantuan hukum ke LBH Ansor Nahdlatul Ulama (NU).

Ketujuh lembaga pendidikan itu merasa menjadi korban korupsi bansos provinsi tahun anggaran 2020 yang baru saja cair.

Baca Juga:

Ini Tiga Manfaat Lari Pagi Sebelum Sarapan

Bank Bjb, Baznas Jabar & Grab Kerjasama Kembangkan Cashless Society Berbasis QRIS



“Sesuai laporan mereka, ada dugaan para pemilik yayasan mendapat potongan 50 persen dari jumlah pagu pencairan dan bansos yang diterima. Bansos berasal dari anggaran bantuan provinsi tahun 2020 yang baru saja cair awal tahun ini," kata Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Ropik kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Asep menambahkan, dugaan korupsi dana bansos sesuai informasi dari para penerima sekaligus para pimpinan lembaga pendidikan keagamaan.

Tiap lembaga pendidikan itu masing-masing menerima bansos antara Rp 300 sampai Rp 400 juta saat pencairan.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Kabupaten Tasikmalaya Bantuan Covid-19 LBH NU Korupsi Bansos Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Tiga Cara Memilih Peralatan Dapur Untuk Rumah

Wisata Kampung Naga Tasikmalaya Dikunjungi Saat Liburan Selepas PPKM

Begini Cara Mendidik Anak Agar Bijak Kelola Sampah Sejak Dini

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi