Live Stream Bandung 132 TV


Mengenang Tragedi Leuwigajah, Kisah Kelam Bandung Lautan Sampah

Jika tak ingin peristiwa itu terulang warga Kota Bandung bisa mengubah pola tindakannya terhadap sampah.

Sampah di Leuwigajah. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG - Senin 21 Februari 2005 sekitar pukul 02.00 WIB, tiba-tiba terdengar ledakan keras di kawasan Leuwigajah Kota Cimahi. Ledakan keras itu diikuti menyertai longsor sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah.

Longsoran sampah langsung menyapu dua pemukiman yakni Kampung Cilimus dan Kampung Pojok. Dua pemukiman yang jaraknya sekitar 1 km dari TPA Leuwigajah langsung luluh lantak tertimbun sampah, akibatnya, 157 jiwa tewas.

Baca Juga:

Guncang Nias, Gempa Berkekuatan M 6,4 Ini Tak Berpotensi Tsunami

Wisata Alam Puncak Damar Jatigede Sumedang, Cocok Untuk Tempat Liburan



Gunungan sampah sepanjang 200 meter dan setinggi 60 meter itu diduga goyah karena diguyur hujan deras semalam suntuk. Termasuk diduga terpicu konsentrasi gas metan dari dalam tumpukan sampah. Hal itu juga yang diduga menyebabkan munculnya suara ledakan.

Setelah peristiwa itu terjadi, daerah di kawasan Bandung Raya praktis tidak lagi memiliki TPA. Salah satu yang paling terdampak tentunya Kota Bandung.

Karena Kota Bandung merupakan daerah yang membuang sampah dengan jumlah terbesar ke TPA Leuwigajah saat itu. Akibatnya, sampah hanya menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), beberapa hari kemudian, TPS tak lagi mampu menampung sampah.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : Tragedi Leuwigajah Bandung Lautan Sampah Kota Bandung Cimahi Jabarnews Berita Terkini

berita terkait

Adu Gengsi, Persib Susul Persija Di Final Piala Menpora 2021

Berikut Besaran Zakat Fitrah 1442 Hijriah Seluruh Daerah Di Jawa Barat

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi